Vans: Mulai Dari Sepatu dan Sukses Di Kaos Distro

Paul-Van-Doren

Vans merk kaos yang saat ini mendunia adalah merk terkenal dari produsen clothing dan sepatu di Amerika. Vans saat ini bukan hanya memproduksi sepatu sebagai produk utamanya, Vans juga memproduksi pakaian seperti T Shirt, Hoodies, Kaos, Topi, ransel. Awalnya Vans merupakan produsen sepatu yang sudah ternama dan sering turut ambil bagian dalam mensponsori kompetisi skateboard, surfing, BMX maupun Moto X.

Adalah Paul Van Doren, seorang pria kelahiran Boston 1930 yang sangat menyukai balapan kuda. Kecintaannya pada dunia balap kuda tidak serta merta membuatnya menjadi kebanggaan orantuanya, yang justru memintanya untuk bekerja di pabrik sepatu merk Randy’s yang sedang terkenal di jamannya. Paul Van Doren termasuk pekerja keras yang uler sehingga berkat ketekunannya dalam bekerja, dia pun berhasil mencapai posisi yang bergengsi yaitu sebagai vice president di perusahaan sepatu Randy’s.

Pada tahun 1966 Van Doren memutuskan untuk berhenti dari perusahaan Randy’s dan pindah ke Kalifornia Selatan. Dengan berbekal ilmu dan pengalamannya selama bekerja di perusahaan sepatu Randy’s, Van Doren memberanikan diri untuk mendirikan pabrik sepatu bersama teman-temannya. Kemunculan pabrik menambah daftar pabrik sepatu yang telah ada sebelumnya, seperti Randy’s, Keds, dan Converse. Berdirinya pabrik sepatu milik Vans sering disebut-sebut sebagai the birth of California style. Perusahaan miliknya diberi nama Van Doren Rubber Company yang dalam perkembangannya orang-orang lebih mengenalnya sebagai Vans Doren saja. Pada tahun 1966 ini tepatnya di bulan Maret, untuk pertama kalinya toko sepatu milik perusahaan Vans dibuka yaitu di Anaheim California.

Konsep produksi yang menerapkan custom sesuai permintaan konsumen ternyata mendapat sambutan yang baik dari masyarakat waktu itu. Berdasarkan hal itu produk Vans pun mulai terkenal di masyarakat terlebih setelah perusahaannya mendapatkan order untuk membuat sepatu di sekolah-sekolah, untuk beberapa tim olahraga, sampai cheerleader di seluruh California Selatan.

Tahun 1975 diyakini sebagai awal munculnya istilah “of the wall” setelah Vans membuat tambahan panel suede pada bagian tumit sesuai permintaan pemesannya yaitu dua skateboarder dari Santa Monica yaitu Tony Alva dan Stacey Peralta. Sejak saat itu istilah tersebut menjadi nama dari skateboarding shoes line dari Vans.

kaos-vans

Pada tahun 1979 Vans memperkenalkan model sepatu slip on yang akhirnya menjadi model yang sangat populer di California Selatan saat itu. Di tahun 70-an inilah Vans mengalami puncak kejayaannya, dimana model sepatu dari Vans dianggap memiliki tingkat kenyamanan yang bagus sehingga dijadikan sepatu pilihan utama para olahragawan.

Pada tahun 1984 Vans terlilit hutang sebesar 12 juta US$ sebagai akibat kegagalan ambisi Jim adik Van Doren yang memproduksi sport shoes untuk menyaingi merk ternama seperti Adidas, Reebok, Nike, dan Puma, sehingga mengumumkan kebangkrutannya, namun pada akhirnya bisa bangkit lagi setelah 2 tahun.
Pada tahun 1996 Vans sudah mulai menempati posisinya seperti semula sebagai perusahaan sepatu bermerk yang mengunggulkan kualitasnya. Lalu di tahun 2000 Vans kembali pada desain dengan gaya lamanya yang menampilkan konsep retro.

Pada tahun 2004 VF Corporation membeli Vans sebesar 400 juta US$.Saat ini Vans dikenal sebagai produsen sepatu, pakaian, dan aksesoris untuk olahraga seperti skateboard, snowboard, BMX, Moto X, dan surfing. Dalam perkembangannya style design yang selalu diusung Vans adalah klasik namun tetap mengikuti trend saat ini.Style design yang simpel khas anak muda menjadi ciri khas yang unik karena mampu menunjukkan karakter yang apa adanya. Di Indonesia sendiri produk Vans termasuk langka, dan harganya pun terbilang mahal mengingat produk Vans harus di impor dari Amerika.

Sumber: http://solop.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.