Dari Kapas Sampai Ke Kaos Polos

Kaos polos katun yang banyak dipakai sekarang ini berasal dari kapas. Kapas merupakan serat yang dihasilkan oleh tanaman kapas. Tanaman kapas ini mempunyai banyak sepesies yang diperkirakan berjumlah 30-40 buah spesies yang tersebar diseluruh belahan dunia, dari daerah yang beriklim tropis sampai iklim subtropis. Tanaman kapas dengan jenis gossypium hirsutum adalah jenis tanaman kapas yang paling banyak digunakan untuk produksi pakaian khususnya kaos. Tingkat penggunaannya mencapai 90% dari produksi kapas di dunia. Tanaman kapas ini juga termasuk tanaman perdu (semak) karena tanaman ini relatif kecil namun ada juga yang memiliki ketinggian hingga 3 meter lebih.

kapas-kaos-polos-katun

Sejak 7000 tahun lalu atau sekitar 4000 tahun sebelum masehi tanaman kapas sudah mulai dibudidayakan. Sudah banyak sekali sejarah yang mencatat tentang kapas, bahkan kapas ini sempat menjadi komoditas yang diperebutkan oleh banyak orang. Pertama-tama kapas dipintal menjadi benang. Kemudian benang di tenun menjadi kain. Rupanya kegiatan seperti ini sudah dilakukan oleh orang-orang jaman dahulu di India,Mesir dan China pada ratusan tahun sebelum masehi. Tenyata kapas yang sudah diolah juga menjadi komoditas perdangangan yang sudah diperdagangkan bahkan sampai ke daerah mediterania.
Biasanya kaos yang memiliki mutu yang tinggi terbuat dari bahan katun atau kapas, karena bahan katun mudah menyerap keringat serta nyaman dipakai untuk melakukan kegiatan sehari-hari.

Langkah-langkah pengolahan kapas menjadi benang:

1. Siapkan buah kapas (boll) yang sudah matang dan siap dipetik dari pohonnya. Memetik buah kapas bisa dilakukan secara manual ataupun dengan menggunakan mesin. Jika pemetikan dilakukan secara manual, maka daun tidak akan ikut terpetik lalu buah yang dipetik hanya yang sudah matang saja. Sedangkan mesin tidak bisa memilih buah yang dipetik apakah itu sudah matang ataupun belum matang. Jenis kapas biasanya bermacam-macam di setiap daerah, buahnya pun bentuknya sangat bervariasi.

2. Setelah dipetik dari pohonnya, kapas tersebut harus dipisahkan dari bijinya. Proses ini biasa disebut dengan proses‘ginning’. Pada proses ini kapas disedot ke dalam tabung untuk dimasukkan ke dalam mesin pengering agar lembabnya kapas tersebut berkurang lalu kualitas serat kapas menjadi lebih baik. Selanjutnya kapas akan melalui tahap pembersihan pada bagian daun, tangkai dan biji yang masih menempel pada serat kapas. Kapas yang telah dibersihkan ini dipadatkan menjadi bal (bales) setinggi 1,5 meter yang beratnya mencapai 227 kg. Bal-bal kapas ini siap untuk diproses lebih lanjut di pabrik pemintalan (mills).

proses-katun

3. Bal-bal kapas dibuka kembali dan dimasukkan ke dalam mesin pemetik atau biasa disebut picker. Kapas yang padat dilonggarkan kembali dengan tongkat pemukul, lalu melalui beberapa macam penggilingan yang ada, bulu-bulunya naik kembali. Hal ini bermaksud untuk menjadikan seratnya lebih halus dan lembut. Kapas yang sudah halus ini biasa disebut dengan lap.

4. Proses berikutnya biasa disebut dengan carding. Proses ini dapat difungsikan juga untuk menciptakan tekstil kombinasi (blends). Pada tahapan ini jenis serat yang berbeda dapat disatukan, misal serat kapas dicampur dengan serat sutera.

5. Tahapan berikutnya adalah combing atau bisa juga dijabarkan sebagai proses memisahkan serat-serat yang lebih pendek, sehingga benang yang dihasilkan nantinya lebih kuat dan baik. Serat yang sudah melalui proses carding & combing akan berbentuk untaian yang panjang yang biasa disebut sliver (kerat).

6. Proses selanjutnya adalah drawing atau tahap penarikan. Pada tahap ini beberapa sliver digabungkan sehingga menghasilkan untaian (roving) serat kapas yang sangat tebal. Lalu dua roving dipilin yang menghasilkan berat yang dibutuhkan untuk diproses lebih lanjut menjadi benang. Keseluruhan proses di atas umumnya disebut juga dengan spinning (pemintalan).

7. Setelah proses pemintala, maka barang yang dihasilakan adalah benang. Benang hasil pemintalan ini akan masuk ke proses berikutnya yang disebut soft winder. Soft winder adalah proses penggulungan benang hasil dari pemintalan.benang yang telah digulung melalui proses soft winder, akan masuk ke proses pencelupan benang. Tujuannya adalah untuk memberi warna pada benang sebelum ditenun menjadi kain.

8. Proses selanjutnya setelah pencelupan atau pewarnaan pada benang adalah proses weaving. Weaving biasa disebut juga proses penenunan, yaitu proses mengolah benang menjadi kain. Proses ini mempersiapkan benang hingga terbentuk anyaman benang yang siap masuk ke mesin tenun. Setelah itu baru masuk ke proses dalam proses weaving atau penenunan.

9. Setelah proses penenunan selesai maka hasilnya adalah lembaran-lembaran kain. Kain-kain dari hasil mesin tenun ini kemudian masuk ke proses pemeriksaan. Di proses ini kain akan dicek dan ditentukan gradenya. Bila dari pemeriksaan ditemukan kecacatan maka kain dikirim ke bagian perbaikan. Untuk jenis t-shirt biasanya hasilnya berupa bahan cotton carded, cotton combed, atau teteron cotton. Sementara untuk polo shirt, biasanya terbuat dari jenis cotton pique yang berpori-pori lebih besar.

10. Lulus dari proses pemeriksaan. Kain akan masuk ke proses pemolesan terhadap warna, penampilan dan pegangan. Proses ini merupakan proses terakhir dari proses produksi, mulai dari pengolahan bahan baku kapas hinggamenjadi kain. Sebelum kain dikirim ke pasaran ada proses terakhir yaitu proses penggulungan dan pengepakan kain sesuai dengan pesanan dari pelanggan. Sampai tahap ini selesailah proses produksi kain di pabrik. Kemudian kain akan dipasarkan ke pelanggan-pelanggan atau distributor dan pusat-pusat grosir kain.

Dari pabrik dan toko kain itulah pembuatan kaos polos dimulai. Proses pemotongan bahan kaos sesuai dengan pola, lalu proses penjahitan dilakukan di konveksi-konveksi kaos polos di seluruh Dunia. Semua kaos polos dan kaos yang kita pakai saat ini melalui proses yang sangat panjang sebelum sampai di lemari pakaian. Oleh karena itu, jaga dan rawatlah kaos polos kita.

Sumber: http://solop.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.